Sampaikan LKPJ 2025, Prof. Udin Paparkan Capaian dan Tantangan Pembangunan Pangkalpinang

BABELINFONEWS.COM, PANGKALPINANG – Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin, memaparkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (30/3/2026). Laporan tersebut memuat capaian, evaluasi, hingga tantangan pembangunan daerah selama satu tahun terakhir.

Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat, Prof. Udin membuka penyampaiannya dengan menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas kota.

“Secara khusus kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kepada seluruh masyarakat Kota Pangkalpinang atas segala dukungan dan upaya untuk tetap memelihara suasana kondusif,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa LKPJ bukan sekadar laporan administratif, melainkan gambaran menyeluruh kinerja pemerintah daerah, mulai dari pengelolaan keuangan hingga pelaksanaan program pembangunan.

Dari sisi keuangan, pendapatan daerah tahun 2025 ditargetkan hampir Rp993 miliar dengan realisasi lebih dari 93 persen. Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai 87,62 persen dari total anggaran yang telah disesuaikan.

Menurutnya, capaian tersebut sejalan dengan berbagai program pembangunan yang langsung dirasakan masyarakat. Di sektor pendidikan, pemerintah terus melakukan pembangunan dan rehabilitasi sekolah. Di bidang kesehatan, peningkatan layanan dilakukan melalui pengembangan fasilitas di RSUD Depati Hamzah, termasuk ruang rawat inap dan laboratorium.

Selain itu, capaian Universal Health Coverage (UHC) Kota Pangkalpinang mencapai 99,86 persen, yang menunjukkan hampir seluruh masyarakat telah mendapatkan akses layanan kesehatan.

Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan, jaringan air bersih, hingga penanganan rumah tidak layak huni menjadi fokus utama. Sementara di bidang ketertiban umum dan kebencanaan, pemerintah mencatat puluhan operasi penegakan perda serta ratusan aksi penyelamatan warga.

Meski demikian, Prof. Udin mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya penurunan nilai investasi serta perlunya peningkatan kepesertaan jaminan ketenagakerjaan.

“Hal ini menjadi perhatian Pemerintah Kota Pangkalpinang, karena diharapkan peningkatan nilai investasi akan berbanding lurus dengan penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa berbagai inovasi terus dilakukan, mulai dari program pelatihan kerja, festival ekonomi kreatif, hingga pengelolaan sampah berbasis kolaborasi dengan daerah lain dan sektor swasta.

Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Pangkalpinang juga berhasil meraih sejumlah prestasi, di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) serta berbagai penghargaan di tingkat nasional.

Menutup penyampaiannya, Prof. Udin menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong pembangunan daerah agar terus bergerak maju.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa dalam proses penyelenggaraan pemerintahan masih terdapat berbagai kendala dan tantangan, namun kami berkomitmen untuk terus melakukan pembangunan guna memajukan Kota Pangkalpinang,” tegasnya.

Pos terkait