Dinkes Pangkalpinang Waspadai Lonjakan Penyakit Pasca-Lebaran

BABELINFONEWS.COM, PANGKALPINANG – Perayaan Idul Fitri yang identik dengan sajian makanan bersantan, tinggi lemak, serta minuman manis, kerap membawa dampak terhadap kondisi kesehatan masyarakat usai Lebaran. Pola makan yang tidak terkontrol ditambah aktivitas silaturahmi yang padat menjadi pemicu utama munculnya berbagai keluhan kesehatan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, Widya Eva Sari, mengungkapkan adanya kecenderungan peningkatan sejumlah kasus penyakit setelah momen Lebaran.

Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi lemak, bersantan, serta kadar gula tinggi tanpa diimbangi pola istirahat yang cukup menjadi faktor utama terganggunya kesehatan masyarakat.

“Selama Lebaran, masyarakat cenderung makan berlebihan, terutama makanan tinggi lemak dan gula, ditambah aktivitas yang padat sehingga waktu istirahat berkurang. Ini yang kemudian memicu berbagai keluhan kesehatan,” ujar Widya, Selasa (31/3/2026).

Ia menjelaskan, kondisi tersebut paling sering memicu gangguan pada sistem pencernaan, seperti sakit maag dan diare. Selain itu, penyakit tidak menular juga menunjukkan tren peningkatan, di antaranya kadar kolesterol tinggi, peningkatan gula darah, hingga tekanan darah tinggi atau hipertensi.

“Yang paling sering itu gangguan pencernaan seperti maag dan diare. Selain itu juga terjadi peningkatan kolesterol, gula darah, dan hipertensi,” tambahnya.

Tak hanya itu, penyakit infeksi ringan seperti flu dan batuk juga kerap muncul pasca-Lebaran. Kondisi ini umumnya dipicu oleh kelelahan akibat aktivitas yang padat serta menurunnya daya tahan tubuh.

“Flu dan batuk juga sering muncul setelah Lebaran, biasanya karena kelelahan dan daya tahan tubuh yang menurun,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data dari Puskesmas Tamansari, terjadi kecenderungan peningkatan kasus pada kelompok usia dewasa. Mayoritas pasien dengan keluhan kolesterol tinggi, gula darah meningkat, dan hipertensi berada pada rentang usia di atas 30 tahun.

Di sisi lain, kasus flu dan batuk lebih banyak dialami oleh anak-anak dengan rentang usia 4 hingga 12 tahun, yang rentan mengalami penurunan imunitas setelah aktivitas Lebaran.

Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang pun mengimbau masyarakat untuk segera kembali menerapkan pola hidup sehat setelah perayaan Idul Fitri. Masyarakat diharapkan menjaga pola makan seimbang, mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak dan gula, serta memastikan waktu istirahat yang cukup.

Langkah ini dinilai penting guna mencegah meningkatnya risiko penyakit serta menjaga kondisi tubuh tetap prima pasca-Lebaran.

https://www.profitablecpmratenetwork.com/b7e1eqj3ip?key=8182a95cafd5f4f6828255863b9fd6a4

Pos terkait