BABELINFONEWS.COM, TOBOALI – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) menggelar kegiatan Penggerakan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) di Halaman Kantor Kelurahan Teladan, Kecamatan Toboali, Rabu (8/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat demi mewujudkan masyarakat yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Kegiatan dibuka oleh Kepala DKPPKB Kabupaten Bangka Selatan, dr. Agus Pranawa, yang juga menjadi narasumber utama. Hadir pula Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bangka Selatan, Ari Sutanto, S.Si., M.T., yang menyampaikan materi mengenai pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung implementasi GERMAS di daerah.
Dalam sambutannya, dr. Agus Pranawa menegaskan bahwa GERMAS merupakan gerakan nasional yang diinisiasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup bersih dan sehat.
Menurutnya, gerakan tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional yang menempatkan kesehatan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan berdaya saing.
“GERMAS bukan sekadar program kesehatan, tetapi merupakan gerakan bersama untuk membangun budaya hidup sehat yang harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Keberhasilannya membutuhkan komitmen dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujar dr. Agus.
Ia menjelaskan bahwa penerapan GERMAS dilakukan melalui berbagai langkah, seperti meningkatkan aktivitas fisik, membiasakan konsumsi buah dan sayur, menjaga kebersihan lingkungan, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, memperkuat upaya pencegahan penyakit, serta meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Dr. Agus juga mengingatkan bahwa perubahan pola hidup masyarakat menjadi tantangan besar dalam pembangunan kesehatan. Tingginya konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, rendahnya aktivitas fisik, serta kurangnya konsumsi buah dan sayur menjadi faktor utama meningkatnya risiko penyakit tidak menular.
Ia mengungkapkan, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi obesitas pada penduduk usia di atas 18 tahun meningkat dari 15,4 persen pada 2013 menjadi 21,8 persen pada 2018. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi menurunkan produktivitas masyarakat apabila tidak diimbangi dengan perubahan perilaku hidup sehat.
“Apabila kondisi ini tidak segera kita antisipasi, maka akan berdampak pada menurunnya produktivitas masyarakat. Padahal, usia produktif merupakan aset penting dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, dr. Agus mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan masyarakat untuk bersama-sama menyukseskan GERMAS melalui penguatan kemitraan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta penyebarluasan informasi secara berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa pelaksanaan GERMAS merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2017 yang mendorong pemerintah daerah untuk mengimplementasikan berbagai program promotif dan preventif guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Kegiatan Penggerakan GERMAS diikuti unsur perangkat daerah, instansi vertikal, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita Persatuan, tenaga kesehatan, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, Forum Anak, pelajar, serta kader kesehatan. Hadir pula para kepala perangkat daerah, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Bangka Selatan, direktur rumah sakit, kepala puskesmas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap budaya hidup sehat semakin tertanam di tengah masyarakat. Dengan sinergi seluruh elemen dan partisipasi aktif masyarakat, implementasi GERMAS diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan, produktivitas, serta kualitas hidup masyarakat menuju Bangka Selatan yang lebih sehat dan sejahtera.




















